Tampilkan postingan dengan label FOTOGRAFI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FOTOGRAFI. Tampilkan semua postingan

Pilihan lensa yang tepat & ekonomis untuk DSLR pemula

Banjirnya produk DSLR pemula (entry level) telah membawa perubahan pada segmentasi pembeli kamera digital. Bila dahulu mereka yang punya DSLR kebanyakan adalah para fotografer yang sudah punya koleksi lensa lama, maka kini banyak pemilik DSLR (pemula) yang baru pertama kali bergabung di dunia DSLR. Dengan demikian, umumnya kelompok ini barulah berkenalan dengan satu macam lensa, yaitu lensa kit yang disediakan dalam paket penjualan. Kalaupun sedang berencana membeli DSLR, adakalanya mereka bingung apakah akan membeli DSLR plus lensa kit ataukah DSLR body-only.
Sebelum membahas lebih jauh, kami luruskan dahulu bahwa lensa kit yang umum dijadikan paket penjualan DSLR adalah lensa zoom dengan rentang fokal yang setara dengan 28-85mm, dengan bukaan f/3.5-5.6 dan berbahan plastik. Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan lensa kit semacam ini. Harga jualnya yang tergolong murah tidak berarti lensa kit memakai elemen optik murahan. Harga murah karena desain lensa kit ini memakai bukaan variabel (tidak konstan) yang tergolong kecil, pemakaian material bodi dan mounting dari bahan plastik, dan minimnya fitur profesional seperti distance marking skale. Namun lensa kit masa kini sebagian sudah dilengkapi dengan fitur yang bermanfaat seperti motor fokus dan stabilizer optik.



Bila  anda sedang mempertimbangkan lensa lain selain lensa kit, atau saat anda hanya ingin membeli DSLR body only dan perlu mencari lensa ekonomis yang bisa diandalkan, berikut kami hadirkan beberapa jenis lensa ekonomis dengan harga dibawah 5 juta, sebagai bahan pertimbangan anda.

Lensa fix/prime

Lensa dengan fokal tetap memang jadi unggulan utama karena ketajaman dan bokehnya yang tak tertandingi oleh lensa zoom, maka itu wajar bila ada yang menganggap lensa prime merupakan lensa wajib untuk fotografer. Selain itu lensa fix jauh lebih murah bila dibanding dengan lensa zoom, karena hanya memiliki sedikit komponen optik. Namun memakai lensa fix tentu perlu banyak ekstra usaha untuk berganti komposisi karena anda tidak bisa bermain zoom. Fokal lensa fix yang cukup populer adalah lensaprime dengan fokal ‘normal’ 50mm, meski ada juga fix yang wide hingga fix yang (sangat) tele. Meski demikian, untuk urusan potret wajah, anda bisa memilih lensa fix dengan fokal berapapun asal diatas 35mm (dibawah 35mm sudah tergolong wideangle yang kurang cocok untuk potret wajah karena efek distorsi lensa).
Contoh lensa prime 50mm f/1.8

Lensa fix yang populer karena harganya adalah lensa normal (sekitar 50mm) dengan bukaan berkisar antara f/1.8 hingga f/2.8 karena secara ukuran bukaan diafragma sudah cukup besar (atau biasa disebut lensa cepat) sehingga sudah sangat handal dipakai di kondisi low-light, meski bukaannya tentu tidak sebesar lensa fix kelas mahal seperti f/1.4 apalagi f/1.2.
Pilihan lensa prime normal dengan harga terjangkau diantaranya :
  • Canon EF 50mm f/1.8 II (1 jutaan)
  • Nikon AF 50mm f/1.8 (1 jutaan – tidak bisa auto fokus bila dipakai di D40-D5000)
  • Nikon AF-S 35mm f/1.8 DX (3 jutaan, bisa autofokus di D40-D5000)
  • Sony SAL 50mm f/1.8 DT (2 jutaan)
  • Pentax DA 40mm f/2.8 (2,5 jutaan)
  • Olympus Zuiko 35mm f/3.5 macro

Lensa zoom – tele

Bila seseorang telah memiliki sebuah lensa kit, umumnya telah merasakan kurangnya kemampuantelephoto dari lensa kit yang memang terbatas. Maka itu untuk memenuhi hasrat ingin menjangkau lebih jauh, pemilik DSLR plus lensa kit lalu mencari lensa kedua yang berjenis lensa zoom tele. Lensa zoom tele artinya lensa zoom dengan variabel fokal yang berkisar di rentang tele, biasanya dimulai dari 50mm hingga 400mm. Tidak semua lensa tele itu berjenis lensa zoom, ada juga lensa tele yang fix di suatu fokal tertentu, misal 500mm. Dalam hal ini kami pilihkan lensa zoom tele supaya praktis dan sekaligus kami pilihkan yang harganya juga terjangkau. Diantara beberapa pilihan lensa zoom tele, rentang yang dianggap cukup ekonomis adalah rentang 50-200mm dan 70-300mm.  Lensa zoom semacam ini punya bukaan diafragma yang variabel sehingga bisa dijual lebih murah dan ukurannya lebih kecil, bedakan dengan lensa zoom tele yang punya bukaan konstan f/2.8 atau f/4 yang berukuran besar dan harganya mahal.
Lensa zoom tele 40-150mm (setara 80-300mm)

Pilihan lensa zoom tele ekonomis diantaranya :
  • Canon EF-S 55-250mm f/4-5.6 IS (2,5 jutaan)
  • Nikon AF-S 55-200mm f/4-5.6 VR (2,5 jutaan)
  • Pentax DA 50-200mm f/4-5.6 ED (2,5 jutaan)
  • Sony SAL 55-200mm f/4-5.6 DT (2,5 jutaan)
  • Olympus Zuiko 40-150mm f/4-5.6 (2,5 jutaan)
  • Sigma APO 70-300mm f/4-5.6 DG macro (3 jutaan)
  • Tamron AF 70-300mm f/4-5.6 Di LD (2,5 jutaan)

Lensa zoom – all-round

Lensa zoom all-round atau all in-one diterjemahkan sebagai lensa zoom yang memiliki rentang fokal yang efektif untuk segala keperluan dari wide hingga tele. Tak seperti lensa kit yang zoomnya umumnya pendek (3x), lensa zoom all-round dirasa lebih praktis dan lebih panjang (5-10x). Praktis karena cukup punya satu lensa sehingga mengurangi frekuensi berganti lensa hanya untuk mendapat fokal tertentu (apalagi bila sering berganti lensa beresiko masuknya debu ke dalam sensor), meski secara optik tentu semakin panjang zoom lensa maka ketajamannya juga akan semakin menurun. Meski tidak ada aturan baku, lensa zoom all-round ini biasanya bermula dari 18, 24 atau 28mm dan berakhir di 100 hingga 200mm. Bila anda memilih membeli lensa zoom all-round, maka lensa kit yang sudah anda miliki bisa dijual saja.
Kekurangan lensa zoom semacam ini adalah masalah bukaan lensa yang tidak mungkin dibuat besar dan konstan. Sebagai konsekuensi dari rumitnya susunan optik didalam lensa, maka desain aperture di dalam lensa semacam ini umumnya bermula dari f/3.5 di posisi wide-end dan mengecil hingga f/6.3 di posisi tele-end. Maka itu lensa ini biasa disebut dengan lensa lambat, dan tidak cocok dipakai di daerah kurang cahaya.
Lensa all-around Pentax 18-250mm

                                                                    Lensa all-around Pentax 18-250mm
Pilihan lensa zoom all-round yang cukup terjangkau diantaranya :
  • Canon EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS baru (4 jutaan)
  • Nikon AF-S 18-105mmf/3.5-5.6 DX VR (3.5 jutaan)
  • Tamron 18-200mm f/3.5-6.3 (3 jutaan)
  • Sigma 18-200mm f/3.5-6.5 DC OS (4 jutaan)
Adapun lensa zoom all-round lain yang dijual di kisaran 5 hingga 10 juta, bagi sebagian orang masih tergolong ekonomis meski tak dipungkiri bagi sebagian lainnya sudah tergolong mahal. Padahal banyak lensa-lensa berkualitas di kisaran harga ini, maka sebagai bonus kami sampaikan juga beberapa produk lensa yang mungkin menarik minat anda bila dananya mencukupi :
  • Canon : EF-S 18-200mm f/3.5-5.6 IS (7 jutaan), EF-S 15-85mm f/3.5-5.6 IS USM (6 jutaan)
  • Nikon : AF-S 18-200mm f/3.5-5.6 VR (8 jutaan), AF-S 16-85mm f/3.5-5.6 DX VR (6 jutaan)
  • Olympus : Zuiko 14-54mm f/2.8-3.5 II (6,5 jutaan),  Zuiko ED 12-60mm f/2.8-4.0 SWD (9,5 jutaan)
  • Pentax : DA 18-250mm f/3.5-6.3 ED SMC (6 jutaan)
  • Sony : 18-200mm f/3.5-6.3 DT (6 jutaan), SAL 16-105mm f/3.5-5.6 DT ( 7 jutaan)

Pertanyaan Pemula Tentang Kameranya !

Banyak hal yang mungkin belum dipahami oleh pemula dalam memilih maupun memakai kamera digital, beberapa bahkan terlalu mendasar sehingga membuatnya malu untuk bertanya. Padahal hal-hal yang mendasar inilah yang perlu dipahami dengan baik sehingga tidak menjadi salah kaprah bahkan terjebak dalam mitos yang tidak benar. Kami coba susun daftar tanya jawab yang mungkin bisa mewakili satu atau dua pertanyan yang anda sedang rasakan saat ini, semoga bisa membantu memberi pencerahan untuk anda. Selamat membaca..
Apakah mega piksel berarti kualitas ?
Dalam marketing, mega piksel dijadikan jargon utama untuk menjual kamera. Calon pembeli dipaksa untuk menganggap kalau semakin tinggi mega piksel kamera maka hasil fotonya akan semakin bagus. Nyatanya mega piksel sebagai istilah lain dari resolusi sensor, menandakan berapa banyak piksel yang dimiliki oleh sensor. Semakin tinggi resolusi, semakin detail foto yang dihasilkan sehingga bisa dicetak ukuran besar. Foto yang bagus secara teknis ditentukan dari ketajaman lensa, kualitas sensor dan seberapa besar tingkat kompresi JPEG yang dipilih.


Samakah resolusi 8 MP di kamera ponsel dan di kamera digital ?
Sama. Jumlah piksel pada keping sensor kamera ponsel 8 MP memang ada 8 juta piksel. Bedanya adalah luas penampang sensor, dimana kamera ponsel punya sensor berukuran sangat kecil yang membuatnya kurang mampu menangkap dynamic range, tonal dan kontras dari obyek yang difoto.
Mengapa hasil foto dari kamera saya tidak bagus ?
Ini bisa banyak kemungkinan, karena foto yang bagus itu bisa secara teknis maupun secara seni. Umumnya kita mengeluhkan hasil foto kamera yang kurang bagus tanpa mengevaluasi dulu apakah kita sudah benar dalam memakai kamera. Biasanya foto jadi jelek karena salah dalam memfokus, goyang saat memotret, memaksakan memotret di tempat yang cahayanya kurang, memotret melawan cahaya dan sebagainya. Tapi bila anda sudah melakukan yang terbaik tapi hasil fotonya tetap jelek (hasil soft, kontras rendah atau ada distorsi lensa yang nyata) rasanya anda perlu mencari kamera lain.
Mengapa foto saya gelap meski sudah memakai lampu kilat ?
Lampu kilat punya keterbatasan jangkauan, seberapa jauh jangkauan lampu ditentukan dari kekuatan pancaran lampu, yang diistilahkan Guide Number (GN). Lampu kilat tidak dimaksudkan untuk menerangi obyek yang terlalu luas, seperti di dalam aula atau gedung pertemuan. Gunakan lampu kilat untuk menerangi obyek yang dekat, misal berjarak 1 hingga 5 meter dari kamera.
Apakah membiarkan semua setting AUTO itu aman ?
Untuk saat ini bisa dibilang sudah aman. Kamera sudah memiliki metoda metering yang lebih baik, plus kinerja white balance yang juga sudah lebih akurat. Bila kamera anda hanya punya mode AUTO, usahakan pengaturan ISO jangan dibuat AUTO, melainkan manual saja. Gunakan ISO terendah dan naikkan hanya bila perlu.
Untuk apa ada ISO tinggi ?
Terkadang kita dihadapkan pada kondisi pencahayaan yang kurang mencukupi, seperti saat senja atau di dalam ruangan. Saat-saat seperti ini kita perlu merubah nilai ISO ke arah yang lebih tinggi supaya sensitivitas sensor ditingkatkan sehingga kamera lebih peka menangkap cahaya yang kurang. ISO tinggi juga berguna bila kita ingin menaikkan kecepatan shutter misalnya seperti saat ingin membekukan momen cepat seperti aksi olahraga. Misal dengan ISO 100 kita cuma mendapat kecepatan 1/500 detik, maka menaikkan ISO ke 200 akan memungkinkan kita memakai kecepatan shutter 1/1000 detik.
Mengapa hasil foto saya berbintik noise ?
Itulah hasil foto yang diambil dengan ISO tinggi, apalagi kalau kameranya punya sensor kecil. Sensor meningkatkan sensitivitasnya saat ISO dinaikkan, sehingga noisenya ikut naik dan tampak seperti bintik-bintik / grain yang mengganggu. Lebih parah lagi, ada noise lain berupa bintik warna yang sulit dihilangkan walau pakai software pengurang noise.
Apa guna stabilizer ?
Stabilizer dibutuhkan untuk meredam getaran tangan yang terjadi saat memotret, sehingga resiko hasil foto jadi blur bisa dikurangi. Stabilizer semakin diperlukan bila kita memotret memakai kecepatan shutter lambat (sekitar 1/20 detik atau lebih lambat) ataupun saat memakai fokal lensa tele (di atas 100mm). Stabilizer tidak diperlukan bila kita memotret memakai tripod, ataupun memotret dengan kecepatan shutter cukup tinggi (di atas 1/60 detik).


Apakah Digital Stabilizer itu juga sama ?
Tidak. Istilah Digital Image Stabilizer adalah penipuan yang jahat. Ini hanya akal-akalan produsen untuk mengecoh pembeli yang awam. Trik ini hanya menaikkan ISO untuk menaikkan kecepatan shutter sehingga resiko blur bisa dicegah. Pastikan bila anda perlu fitur stabilizer (dan sebetulnya memang perlu) carilah kamera yang memiliki fitur stabilizer pada lensa atau pada sensor.
Bagaimana dengan Digital Zoom ?
Ini juga sama, akal-akalan dari jaman dahulu. Lupakan saja dan fasilitas ini jangan dipakai karena akan merusak kualitas foto yang dihasilkan.
Mengapa foto saya sering blur bila lensa di zoom ?
Pertama, istilah lensa ‘di zoom’ itu salah kaprah. Lensa zoom adalah lensa yang bisa berubah fokal lensanya dari fokal terdekat (wide) ke fokal terjauh (tele). Pertanyaannya seharusnya begini : mengapa foto sering blur bila memakai fokal tele (misal 100mm atau lebih) ? Desain lensa kamera pada umumnya memiliki bukaan diafragma yang semakin mengecil saat lensa ‘di zoom’ ke posisi tele. Hampir semua lensa memiliki bukaan besar saat posisi wide (sekitar f/2.8) namun mengecil di posisi tele (sekitar f/5.6). Bukaan yang lebih kecil akan menyebabkan cahaya yang masuk ke kamera juga berkurang sehingga kamera akan menurunkan kecepatan shutter untuk mengimbangi penurunan cahaya ini. Turunnya kecepatan shutter ini akan berdampak pada mudahnya foto menjadi blur akibat getaran tangan. Ingat, guna mencegah blur, kecepatan shutter jangan lebih lambat dari rumus 1/panjang fokal (misal memakai fokal 100mm maka kecepatan shutter minimal 1/100 detik).
Jenis memori apa yang sebaiknya saya pakai ?
Hampir semua kamera modern memakai memori jenis SD card. Bila hanya untuk foto, apapun jenis memori SD card pada prinsipnya sama. Tapi bila hendak merekam video, apalagi yang resolusi HD, maka memori dengan kecepatan baca tulis yang tinggi mutlak diperlukan. Untuk memudahkan, kini memori diberi kelas seperti kelas 2, kelas 4, kelas 6 dst. Untuk menjamin rekaman video tidak patah-patah, gunakan memori kelas 6 atau lebih. Kini ada juga memori SD card dengan kapasitas tinggi seperti SDHC dan SDXC, perhatikan dulu apakah kamera anda kompatibel dengan memori seperti itu atau tidak.
Mengapa kamera saya terasa lambat ?
Lambat bisa jadi karena prosesor internal kamera memang punya kinerja pas-pasan. Yang paling menyebalkan adalah lambat karena shutter lag, alias jeda saat menekan tombol rana. Kita bisa kehilangan momen karena meski waktu memotret sudah tepat tapi kamera terlambat mengambil gambar. Lambat yang lain adalah shot-to-shot, kita membuang waktu menunggu kamera siap mengambil gambar, setelah kita selesai memotret. Akan lebih parah kalau mode lampu kilat dalam kondisi aktif, bisa jadi kita harus menunggu sampai 7 detik untuk bisa memotret lagi. Kamera DSLR tidak mengalami kasus seperti itu karena prosesornya bertenaga, kalaupun ada jeda shot-to-shot itu karena ada proses JPEG yang berat seperti fitur peningkat dynamic range yang aktif.
Mengapa tanpa lampu kilat hasil foto di ruangan malah lebih terang ?
Saat suasana sekitar mulai redup, kamera akan mengatur eksposur supaya tetap terjaga dalam batas wajar (tidak terlalu gelap tidak terlalu terang). Untuk itu kamera akan melambatkan kecepatan shutter sehingga banyak cahaya yang bisa dimasukkan ke sensor. Inilah yang dinamakan ambient lighting atau pencahayaan alami tanpa lampu kilat. Pastikan tangan kita memegang kamera dengan kokoh, atau gunakan tripod agar tidak goyang saat memotret dengan teknik seperti ini.
Mengapa kadang-kadang kamera saya tidak bisa mengunci fokus ?
Auto fokus pada kamera memakai sistem pendeteksi kontras. Gambar yang ditangkap oleh sensor akan dikirim ke prosesor dalam kamera lalu kamera akan mengevaluasi kontras terbaik dan menganggapnya sebagai fokus yang tepat. Proses ini berlangsung sekitar sekian mili detik hingga dua detik, tergantung bermacam kondisi. Bila kamera diarahkan pada obyek yang tidak kontras, atau obyek yang kurang terang, maka auto fokus kamera akan kesulitan mencari dan mengunci fokus.

Mencari Kamera Yang Ideal Atau Sempurna ?

Mana yang anda cari : kamera yang ideal atau yang sempurna? Sepintas sepertinya mirip ya, tapi beda banget. Ideal itu berbeda-beda tiap orang. Bagi saya, kamera ideal itu ya yang masih termasuk kecil (tidak besar dan berat), hasil fotonya bagus, kinerja cepat, bodi tangguh dan sukur-sukur tidak mahal, hehe..

DSLR ideal menurut saya : kecil, terjangkau, sudah 24 MP, 19 titik AF all cross type, 5 fps, layar lipat sentuh, bisa wireless flash, ada LCD kecil, ada dua roda kendali, hybrid AF di live view dan WiFi. Saya tidak peduli kalaupun kamera ideal versi saya ini ‘cuma’ pakai sensor APS-C atau ‘cuma’ tergolong kamera pemula.


Lebih spesifik lagi, kita masih bisa rinci lebih detil prasyarat kamera ideal. Misalnya sensornya mau yang seperti apa (full frame/APS-C) dan berapa mega piksel, auto fokusnya mau yang secanggih apa dsb. Semakin banyak persyaratan ya makin sulit kita menemukan kamera yang ideal. Kalaupun ada mungkin harganya jadi mahal. Tinggal kita menuliskan kandidat beberapa kamera ideal yang ada dan memilih sesuai budget dan pertimbangan lain (ekosistem, lensa, after sales dsb).
Kamera Mirrorless ideal menurut saya : hasil foto terbaik, bodi tahan cuaca, ergonomi mantap, tombol lengkap, viewfinder jernih, layar Amoled, kemudahan pemakaian, kinerja cepat dan harga yang wajar. Termasuk DSLR killer lho..
Kamera ideal bukanlah kamera yang sempurna. Bagi saya kamera yang sempurna itu hasil foto bagus banget, seperti aslinya kita lihat. Misal detil, dynamic range, akurasi warna, sistem AF yang cepat dan jitu. Kenapa tidak ada kamera sempurna? Ada dua alasan, pertama dari sisi produsen enggan menghabiskan anggaran untuk riset besar-besaran dalam rangka membuat kamera sempurna. Mereka lebih nyaman mempertahankan standar yang ada, ditingkatkan secara minor dan dijual lebih mahal. Misal, sensor gambar masih memakai sistem Bayer CFA sampai saat ini, yang jelas-jelas menjadi penyebab hasil foto kurang baik. Kenapa? Karena murah, dibanding dengan membuat sensor baru seperti Foveon atau yang lain. Paling megapikselnya saja yang ditingkatkan, supaya tetap laku dijual.
Beginilah kamera kita menangkap warna. Setiap piksel hanya melihat satu warna (RGB) lalu kamera menebak warna aslinya dari interpolasi piksel tetangga. Maka itu hasil foto tidak pernah bisa sempurna. Diperlukan sensor modern yang mahal untuk membuat foto yang sempurna, tapi produsen mana yang mau repot?
Alasan kedua, karena ketidaksempurnaan kamera memaksa kita untuk lebih berpikir saat memotret. Kalau kamera sempurna, nanti kita cenderung asal jepret hasilnya sudah pasti bagus. Tidak ada proses pemikiran disana, dan tidak ada pembelajaran. Ketidaksempurnaan kamera memaksa kita memikirkan pencahayaan sebelum memotret, mengamati histogram, menentukan prioritas dan kompromi saat mengatur shutter/bukaan/ISO, melakukan teknik yang benar (pakai tripod, aksesori filter, flash dsb) dan mempelajari teknik fotografi dan editing.

10 Tips Untuk Menjadi Fotografer Yang Lebih Percaya Diri

Untuk beberapa orang dari kita, hal yang sulit tentang fotografi bukanlah mempelajari teknik memotret dengan baik, tapi lebih tentang menemukan kepercayaan diri akan kemampuan memotret yang dimiliki. Kurangnya rasa percaya diri adalah dilema yang umum di dunia fotografi.
Lalu bagaimana mengatasinya? Sepuluh tips berikut mungkin bisa membantumu untuk mulai keluar dari ‘cangkang’-mu dan percaya bahwa kamu adalah fotogafer yang bagus.

1. Komentar Yang Positif

Komentar dan masukan yang positif untuk foto-foto hasil karyamu dari teman-teman fotografer, baik itu sepermainan atau satu klub fotografi, bisa memberikan pengaruh yang sangat besar bagi cara pandangmu tentang dirimu sebagai seorang fotografer dan kemudian bisa memperbaiki kualitas kepercayaan dirimu.
Tentu saja kita tidak bisa selalu mengandalkan orang lain untuk memberi kita masukan yang positif, tapi meskipun komentar yang kamu dapat adalah komentar negatif, ingatlah bahwa itu juga bisa memotivasi kamu dan tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Ambillah sisi membangun dari setiap kritik dan belajarlah dari situ.

2. Bacalah Tutorial

Sangat mudah untuk merasa kita sudah cukup pintar dan tahu bagaimana cara memotret dengan baik, tapi ini tentunya hal yang sebenarnya merusak. Belajar adalah proses yang berlangsung terus menerus dan akan selalu ada hal baru yang bisa dipelajari tentang fotografi. Bacalah tutorial lalu praktekkan apa yang sudah kamu pelajari dari situ.

3. Ujilah Kemampuanmu

Kalau kamu sudah membaca beberapa tutorial berikut juga buku manual kamera yang kamu gunakan, bukan berarti kamu lalu bisa hafal semuanya. Kamu masih harus mengaplikasikan apa yang sudah kamu baca dan menguji diri sendiri. Meyakinkan diri sendiri tentang kemampuan yang sudah dimiliki tentu akan menambah kepercayaan diri.

4. Bandingkan Foto Lama Dengan Yang Baru

Satu-satunya fotografer yang hasil karyanya harus kamu jadikan tolak ukur adalah dirimu sendiri. Saat kita memotret, teknik dan gaya yang digunakan tentu akan berubah seiring waktu. Sesekali, bandingkanlah foto lama dengan foto baru yang telah kamu buat dan lihatlah seberapa banyak kamu sudah berkembang.

5. Potretlah Teman-Temanmu

Tentunya tidak mudah untuk meminta orang yang tidak dikenal untuk menjadi objek fotomu. Jadi, cara yang lebih mudah dan nyaman adalah mengajak beberapa orang teman yang bersedia menjadi model. Ini bisa sangat membantu untuk memperbaiki teknik dan belajar tentang apa yang kamu inginkan dari sebuah pemotretan sehingga kamu bisa lebih percaya diri jika suatu saat diminta memotret orang lain.

6. Buatlah Target

Kalau kamu benar-benar ingin meningkatkan kemampuan memotret dan kepercayaan diri sebagai seorang fotografer, luangkan waktu untuk memikirkan apa kelemahanmu di bidang ini lalu buatlah tantangan dan target untuk diri sendiri agar kelemahan ini bisa kamu atasi dan ubah menjadi kekuatan.

7. Belajarlah Dari Profesional

Fotografer profesional tidak tiba-tiba dan begitu saja menjadi profesional, tentunya. Mereka juga pernah mengalami masa dimana harus membangun kepercayaan diri hingga ada di tempat mereka berada sekarang. Untungnya, banyak dari mereka yang dengan senang hati mau berbagi pengalaman lewat website, workshop, blog, dan banyak lagi. Pesan dan saran dari mereka tentu akan sangat membantu.

8. Pamerkan Hasil Karyamu

Tidak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan melihat foto kita dipajang di ruang publik dan itu bisa memberikan perasaan positif yang kemudian memperbaiki rasa percaya diri. Tanyakan apakah teman-temanmu yang kebetulan punya bisnis semacam rumah makan, distro, butik, dan semacamnya membutuhkan foto yang bisa mereka pasang disana.

9. Cobalah Proyek 365 Atau 52

Proyek fotografi 365 hari dan 52 minggu adalah dua proyek fotografi yang paling populer dibanding lainnya. Proyek ini menantang kamu untuk memotret setiap hari selama 365 hari berturut-turut atau setiap minggu selama satu tahun penuh dan bisa sangat membantu meningkatkan kemampuan fotografi, kepercayaan diri, dan mengumpulkan bahan untukportfolio dengan cepat.

10. Bergabunglah Dengan Komunitas Fotografi

Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan kepercayaan diri sebagai seorang fotografer adalah dengan berkumpul bersama teman-teman sepemikiran, sehobi, dan kamu akan tahu bahwa mereka juga punya pengalaman dan masalah yang mirip dengan yang kamu alami.
Selain berlajar dari pengalaman orang lain, kamu juga bisa membagi pengetahuan fotografi dan saran-saranmu dengan yang lainnya. Dari situ kamu mungkin akan tahu bahwa kamu lebih paham tentang fotografi dibandingkan yang kamu kira selama ini.

Daftar Harga Kamera DSLR Canon Terbaru dan Terlengkap Terbaru

Info Kamera Canon - Harga kamera Canon murah hingga mahal semua tersedia untuk para pecinta fotografi baik untuk kelas pemula, kelas menengah maupun kelas kakap atau kelas profesional. Semakin berkembangnya dunia digital imaging memang memberikan pengaruh yang beragam bagi perkembangan dunia fotografi dengan munculnya merek-merek baru yang berusaha saling bersaing, dan tak bisa ditamping jika salah satu akan kalah dalam persaingan tersebut. Namun Canon sebagai merek dagang ternama dalam dunia fotografi tetap kokoh sebagai leader dalam dunia ini.

Terlahir pada tahun 1933 di kota Tokyo Jepang dan mengkhususkan diri dalam produksi optical dan digital imaging menjadikan Canon sebagai merek ternama berdasarkan pengalaman dalam dunia fotografi dan imaging selama ini. Sebagai kompetitor dan pesaing terdekatnya adalah Nikon yang juga menjadi merek besar yang lain dalam dunia fotografi selain Canon. Selama setahun pertama Canon berhasil mengeluarkan kamera pertamanya yang dinamakan Kwanon (mengambil nama dari Dewi Kasih Buddha) dan setahun kemudian 1935 nama Canon akhirnya dipakai hingga sekarang karena kesan lebih modern.

Dalam perkembangannya Canon telah merilis banyak sekali kamera, baik itu kamera analog maupun kamera digital. Kamera digital yang pertama kali diproduksi oleh Canon dirilis pada tahun 1984 dengan nama RC-701, seri RC ini kemuadian di ikuti dengan seri PowerShot dan IXUS yang kita kenal sebagai brand Canon yang paling banyak dipasarkan hingga saat ini.

Untuk kamera digital sendiri Canon juga memproduksi kamera digital-SLR untuk level pemula hingga level profesional. Salah satu kamera untuk level pemula yang terbaru adalah Canon EOS 1200D (Rebel T5) yang dirilis sebagai pengganti kamera sebelumnya Canon EOS 1100D. Sedangkan kamera tertinggi untuk level profesional besutan Canon hingga saat ini masih di pegang oleh Canon EOS 1D C. Sedangkan untuk kamera Mirrorless Canon baru merilis Canon EOS M untuk bersaing dengan kamera Mirrorless yang saat ini sedang dikembangkan secara pesat oleh Sony maupun Nikon. Dan untuk mengetahui harga kamera Digital-SLR Canon, berikut ini adalah daftar harga kamera DSLR Canon terbaru dan terlengkap.

Canon EOS 1100D

Harga Baru : Rp. 4.400.000 | Second : Rp. 4.000.000
Effective pixel : 12.2 MP
Sensor Gambar : 22.0 x 14.7mm CMOS sensor
Image Processor : DIGIG 4
Storage media : SD/SDHC/SDXC
Monitor : 2.7-in., TFT colour, liquid-crystal monitor, 230,000 dots
Baterai : Battery Pack LP-E10 (Quantity 1)
Dimensi/Berat : 129.9 x 99.7 x 77.9 mm/495 gram




Canon EOS 1200D/Rebel T5

Harga Baru : $ 549 | Second : Rp. -
Effective pixel : 18 MP
Sensor Gambar : CMOS sensor APS-C (22.3 x 14.9 mm)
Image Processor : DIGIG 4
Storage media : SD/SDHC/SDXC card
Monitor : 3 inch, TFT colour, liquid-crystal monitor, 460,000 dots
Baterai : Lithium-Ion LP-E10 rechargeable battery & charger
Dimensi/Berat : 130 x 100 x 78 mm/480 gram




Canon EOS 700D

Harga Baru : Rp. 10.775.000 (18-135mm IS STM)
                        Rp.  8.075.000 (18-55mm IS STM)
                        Rp.  6.900.000 (Body)

Effective pixel : 18 MP
Sensor Gambar : CMOS sensor APS-C (22.3 x 14.9 mm)
Image Processor : DIGIG 5
Storage media : SD/SDHC/SDXC card
Monitor : 3 inch, TFT colour, liquid-crystal monitor, 1.04 million dots
Baterai : Battery Pack LP-E8 (Qty 1)
Dimensi/Berat : 133.1 x 99.8 x 78.8 mm/580 gram



Canon EOS 650D

Harga Baru : Rp.  6.400.000 (18-55mm IS STM)
                        Rp.  5.740.000 (Body)

Effective pixel : 18 MP
Sensor Gambar : CMOS sensor 22.3 x 14.9mm
Image Processor : DIGIG 5
Storage media : SD/SDHC/SDXC card
Monitor : 3 inch, TFT colour, liquid-crystal, 1.04 million dots
Baterai : Battery Pack LP-E8 (Qty 1)
Dimensi/Berat : 133.1 x 99.8 x 78.8 mm/575 gram



Canon EOS 600D

Harga Baru : Rp.  7.465.000 (18-55mm + 55-250mm IS II)
                        Rp.  6.075.000 (18-55mm IS II)

Effective pixel : 18 MP
Sensor Gambar : CMOS sensor 22.3 x 14.9mm
Image Processor : DIGIG 4
Storage media : SD/SDHC/SDXC card
Monitor : 3 inch, TFT colour, liquid-crystal, 1.04 million dots
Baterai : Battery Pack LP-E8 (Qty.1)
Dimensi/Berat : 133.1 x 99.5 x 79.7 mm/570 gram



Canon EOS 100D

 Harga Baru : Rp.  8.029.000 (18-55mm IS)
                         Rp.  7.390.000 (18-55mm IS STM)
Effective pixel : 18 MP
Sensor Gambar : APS-C 22.3 x 14.9mm, CMOS sensor
Image Processor : DIGIG 5
Storage media : SD/SDHC/SDXC card
Monitor : 3 inch, TFT colour, liquid-crystal, 1.04 million dots
Baterai : Lithium-Ion LP-E12 rechargeable battery & charger
Dimensi/Berat : 117 x 91 x 69 mm/407 gram 




Canon EOS 60D

 Harga Baru : Rp.  8.579.000 (Body Only)
                         Rp.  9.075.000 (18-55mm IS)
                         Rp. 10.449.000 (18-135mm)
Effective pixel : 18 MP
Sensor Gambar : APS-C (22.3 x 14.9 mm), CMOS sensor
Image Processor : DIGIG 4
Storage media : SD/SDHC/SDXC card
Monitor : 3 inch, Clear View TFT color LCD, 1.04M dots
Baterai : Lithium-Ion LP-E6 rechargeable battery & charger
Dimensi/Berat : 145 x 106 x 79 mm/755 gram




Canon EOS 70D

Harga Baru : Rp. 16.157.700 (18-200mm IS)
                        Rp. 15.999.700 (18-135mm IS STM)
                        Rp. 13.450.000 (18-55mm IS STM)

Effective pixel : 20 MP
Sensor Gambar : APS-C (22.5 x 15 mm), CMOS sensor
Image Processor : DIGIG 5+
Storage media : SD/SDHC/SDXC card
Monitor : 3 inch, Clear View II TFT color LCD , 1.04M dots
Baterai : Lithium-Ion LP-E6 rechargeable battery & charger
Dimensi/Berat : 139 x 104 x 79 mm/755 gram



Canon EOS 6D

Harga Baru :  Rp. 20.525.000 (Body)
                         Rp. 28.300.000 (EF 24-105mm IS USM)
                         Rp. 33.900.000 (EF 24-70 IS USM)

Effective pixel : 20 MP
Sensor Gambar : Full frame (36 x 24 mm), CMOS sensor
Image Processor : DIGIG 5+
Storage media : SD/SDHC/SDXC card
Monitor : 3 inch, Clear View II TFT color LCD , 1.04M dots
Baterai : Lithium-Ion LP-E6 rechargeable battery & charger
Dimensi/Berat : 145 x 111 x 71 mm/770 gram



Canon EOS 7D

Harga Baru : Rp. 15.125.000 (Body)
                        Rp. 23.125.000 (EF S15-85IS)
                        Rp. 19.225.000 (EF S18-135IS)

Effective pixel : 18 MP
Sensor Gambar : APS-C (22.3 x 14.9 mm), CMOS sensor
Image Processor : Dual DIGIG 4
Storage media : SD/SDHC/SDXC card
Monitor : 3 inch, TFT color LCD, liquid-crystal, 920,000  dots
Baterai : Lithium-Ion LP-E6 rechargeable battery & charger
Dimensi/Berat : 148 x 111 x 74 mm/860 gram



Canon EOS 5D Mark III

Harga Baru : Rp. 36.375.000 (Body)
                        Rp. 44.100.000 (EF 24-105 F4L IS USM)
                        Rp. 49.900.000 (EF 24-70 f/4L IS USM)

Effective pixel : 22 MP
Sensor Gambar : Full frame (36 x 24 mm), CMOS sensor
Image Processor : DIGIG 5+
Storage media : Compact Flash Type I (UDMA compatible), SD/SDHC/SDXC
Monitor : 3.2 inch, Clear View II TFT LCD , 1,040M dots
Baterai : Lithium-Ion LP-E6 rechargeable battery & charger
Dimensi/Berat : 152 x 116 x 76 mm/950 gram



Canon EOS 1D C

Harga Baru : Rp. 155.700.000
Effective pixel : 18 MP
Sensor Gambar : Full frame (36 x 24 mm), CMOS sensor
Image Processor : Dual Digic 5+
Storage media : Compact Flash (Type I or II), UDMA compatible
Monitor : 3.2 inch, Clear View II TFT LCD , 1,040M dots
Baterai : Lithium-Ion LP-E4N rechargeable battery & charger
Dimensi/Berat : 158 x 164 x 83 mm/- gram




Daftar Harga Kamera Digital Nikon Terbaru dan Terlengkap Terbaru

Info Kamera Nikon - Daftar harga kamera Nikon cukup beragam, hal ini sesuai dengan spesifikasi dan para pengguna. Untuk kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) memiliki harga yang sangat beragam disesuaikan dengan kelas pengguna nya. Untuk kamera kelas pemula tentunya dibandrol dengan harga murah dibanding dengan kelas menengah, dan untuk kelas profesional adalah kamera yang harganya paling mahal diantara dua level yang sebelumnya. Diproduksi oleh Nikon Corporation yang merupakan perusahaan asal Negeri Sakura Jepang yang mengkhususkan diri pada produksi alat optik dan imaging. Produknya yang banyak dikenal andalah Kamera, sedangkan untuk produksi lainnya bisa dilihat dengan teropong, mikroskop dan alat pengukur. Perusahaan besar ini sudah berumur sangat tua, berdiri sejak 1917 dengan nama Nihon (Nippon) di kota Tokyo Jepang. Namun sejak 1988 namanya diganti dengan nama merek kamera produksi mereka yaitu Nikon.

Produk optik dan imagingnya yang terkenal antara lain Lensa Kamera Nikkor, kamera underwater Nikonos, kamera profesional Nikon F Series dan kamera DSLR D-Series. Kamera Nikon yang menggunakan sensor dengan resolusi tertinggi saat ini adalah Nikon D800/D800E dengan resolusi sensor setinggi 36,3 megapixel. Dua kamera kembar identik ini, secara spesifikasi memang sama lalu apa perbedaannya? Perbedaan utama kedua kamera ini adalah pada fungsi masing-masing kamera di mana D800E lebih mengutamakan kejalasan dan ketajaman detail dengan menghilangkan filter optik dan semua sifat anti aliasing. Sedangkan D800 menggunakan Low-Pass Filter Optik untuk mengoptimalkan gambar dengan ketajaman yang luar biasa.

Selain berbagai macam kamera DSLR produksi Nikon yang tak kalah menariknya adalah kamera Mirrorless dengan lensa yang bisa diganti-ganti juga. Kamera mirrorless merupakan kamera yang bekerja tanpa menggunakan cermin seperti layaknya kamera DSLR. dengan dibuangnya cermin tersebut berarti body berkurang ukurannya menjadi lebih kecil, lebih ringan namun sensor dan hasil gambar hampir atau sama dengan kamera DSLR untuk kelas menengah. Tentunya dengan cara itu kamera juga dapat dibeli dengan harga yang lebih murah juga. Kamera Mirrorless besutan Nikon ini terkenal dengan Nikon 1 series.

Sedangkan kamera yang lebih murah lagi bisa anda pilih dengan pertimbangan harga lebih murah, ukuran kamera juga bisa dipilih ukuran yang lebih kecil, jauh lebih ringan dan lebih mudah dibawa kemanapun anda pergi. Namun dengan harga dan ukuran yang kecil tentunya akan sebanding dengan harga yang anda bayarkan untuk kamera tersebut, artinya anda akan mendapatkan kamera digital dengan sensor yang tak sebesar dua kamera di atas dan kualitas gambarnya juga ya bisa dikatakan lumayan namun jauh jika dibanding dengan kamera Mirrorless atau kamera DSLR. Untuk kamera digital dikenal dengan Nikon Coolpix nya.

Nah sebagai pertimbangan anda untuk tidak salah membeli kamera khusunya Kamera Nikon, berikut adalah daftar harga Kamera Nikon lengkap untuk anda, semoga membantu.


Nikon D3000 
                        
Harga Baru : Rp. 3.550.500 | Second : -
Effectiv pixel : 10.2 MP
Sensor Gambar : CCD, Nikon DX-format
Storage media : SD/SDHC
Monitor : 3.0-in., approx. 230k-dot TFT LCD
Baterai : Rechargeable Li-ion Battery EN-EL9a
Dimensi : 126 x 97 x 65 mm/
Berat : 485 gram




Nikon D3100

Harga Baru : Rp. 5,260,000 | Second : Rp. 4,750,000
Effective pixel : 14.2 MP
Sensor Gambar : 23.1 x 15.4 mm CMOS sensor
Storage media : SD/SDHC/SDXC
Monitor : 3-in., approx. 230 k-dot TFT LCD
Baterai : One Rechargeable Li-ion Battery EN-EL14
Dimensi/Berat : 124 x 96 x 75 mm/505 gram





Nikon D3200

Harga Baru : Rp. 5.281.000 | Second : Rp.-
Effective pixel : 24.2 MP
Sensor Gambar : 23.2 x 15.4 mm CMOS sensor
Storage media : SD/SDHC/SDXC
Monitor : 3-in., approx. 921k-dot (VGA) TFT LCD
Baterai : One EN-EL14 Rechargeable Li-ion Battery
Dimensi/Berat : 125 x 96 x 76.5 mm/455 gram





Nikon D3300

Harga Baru : Rp. 6.675.000 | Second : Rp.-Effective pixel : 24 megapixels
Sensor Gambar : APS-C (23.2 x 15.4 mm), CMOS
Image Processor : Expeed 4
Storage media : SD/SDHC/SDXC
Monitor : 3″ TFT LCD (160 degree viewing angle)
Baterai : EN-EL14a lithium-ion battery and charger
Dimensi/Berat : 124 x 98 x 76 mm/430 gram





Nikon D5000

Harga Baru : Rp. 4.700.000 | Second : Rp.-
Effective pixel : 12.3 MP
Sensor Gambar : CMOS sensor, 23.6 x 15.8 mm; Nikon DX-format
Image Processor : EXPEED
Storage media : SD/SDHC
Monitor : 2.7"  approx. 230k-dot TFT LCD
Baterai : Rechargeable Li-ion Battery EN-EL9a, AC Adapter EH-5a
Dimensi/Berat : 127 x 104 x 80 mm/560 gram






 Nikon D5100

Harga Baru : RP 5.547.000 | Second : Rp.-
Effective pixel : 16.2 MP
Sensor Gambar : 23.6 x 15.6 mm CMOS sensor
Image Processor : EXPEED 2
Storage media : SD/SDHC/SDXC
Monitor : 3"  approx. 921k-dot (VGA) TFT LCD
Baterai : One Rechargeable Li-ion Battery EN-EL14
Dimensi/Berat : 128 x 97 x 79 mm/560 gram




Nikon D5200

Harga Baru : RP 8.899.000 | Second : Rp.-
Effective pixel : 24.1 MP
Sensor Gambar : 23.5 x 15.6 mm CMOS sensor
Image Processor : EXPEED 3
Storage media : SD/SDHC/SDXC
Monitor : 3"  approx. 921k-dot (VGA) TFT LCD
Baterai : One Rechargeable Li-ion Battery EN-EL14
Dimensi/Berat : 129 x 98 x 78 mm/555 gram




Nikon D5300

Harga Baru : Rp. 7.034.553 | Second : Rp. -
Effective pixel : 24.2 MP
Sensor Gambar : 23.5 x 15.6 mm CMOS sensor
Image Processor : EXPEED 4
EXPEED 4
EXPEED 4
EXPEED 4
Storage media : SD/SDHC/SDXC
Monitor : 3.2-in., approx.  1037k-dot vari-angle TFT 
Baterai : One EN-EL14a Rechargeable Li-ion Battery
Dimensi/Berat : 125 x 98 x 76 mm/480 gram




Nikon D7000

Harga Baru : RP 11.370.000 | Second : Rp. -
Effective pixel : 16.2 MP
Sensor Gambar : 23.6 x 15.6 mm CMOS sensor
Image Processor : EXPEED 3
Storage media : SD/SDHC/SDXC
Monitor : 3-in., approx.  921k-dot (VGA) TFT LCD 
Baterai : One Rechargeable Li-ion Battery EN-EL15
Dimensi/Berat : 132 × 105 × 77 mm/780 gram




Nikon D7100

Harga Baru : Rp 13.550.000 | Second : Rp. -
Effective pixel : 24 MP
Sensor Gambar : APS-C (23.5 x 15.6 mm) CMOS sensor
Image Processor : EXPEED 3
Storage media : SD/SDHC/SDXC x 2 slots
Monitor : 3.2-in. Wide Viewing Angle TFT-LCD monitor
Baterai : Lithium-Ion EN-EL15 rechargeable battery & charger
Dimensi/Berat : 136 x 107 x 76 mm/765 gram




Nikon D300S

Harga Baru : Rp. 12.975.000 | Second : Rp. -
Effective pixel : 12.3 MP
Sensor Gambar : CMOS sensor, 23.6 x 15.8 mm, Nikon DX format
Image Processor : EXPEED
Storage media : SD/SDHC
Monitor : 3-in., approx. 920k-dot (VGA) TFT LCD
Baterai : One Rechargeable Li-ion Battery EN-EL3e
Dimensi/Berat : 147 x 114 x 74 mm/840 gram




Nikon D600

Harga Baru : Rp. 15.748.639 (Body) | Rp. 22.629.665 (24-85mm)
Effective pixel : 24.3 MP
Sensor Gambar : 35.9 x 24.0 mm CMOS sensor (Nikon FX format)
Image Processor : EXPEED 3
Storage media : SD/SDHC/SDXC
Monitor : 3.2-in, approx. 921k-dot (VGA) TFT LCD
Baterai : One EN-EL15 Rechargeable Li-ion Battery
Dimensi/Berat : 141 x 113 x 82 mm/850 gram




Nikon D610

Harga Baru : Rp. 17.528.809 (Body) | Rp. 17.528.809 (24-85mm)
Effective pixel : 24.3 MP
Sensor Gambar : 35.9 x 24.0 mm CMOS sensor (Nikon FX format)
Image Processor : EXPEED 3
Storage media : SD/SDHC/SDXC
Monitor : 3.2-in, approx. 921k-dot (VGA) TFT LCD
Baterai : One EN-EL15 Rechargeable Li-ion Battery
Dimensi/Berat : 141 x 113 x 82 mm/850 gram




Nikon D800/D800E

Harga Baru : D800 Rp. 29.550.000 (Body) | D800E Rp. 32.410.000 (Body)
Effective pixel : 36.3 MP
Sensor Gambar : 35.9 x 24.0 mm CMOS sensor (Nikon FX format)
Image Processor : EXPEED 3
Storage media : SD/SDHC/SDXC
Monitor : 3.2-in, approx. 921k-dot (VGA) TFT LCD
Baterai : One EN-EL15 Rechargeable Li-ion Battery
Dimensi/Berat : 146 x 123 x 81.5 mm/1000 gram



 Nikon D90

Harga Baru : Rp. 6.200.000 (Body) | Rp. 8.650.000 (18-105)
                        Rp. 7.600.000 (18-55) | Rp. 8.800.000 (15-85)
                        Rp. 13.950.000 (18-200)

Effective pixel : 12.3 MP
Sensor Gambar : CMOS sensor, 23.6 x 15.8 mm (Nikon FX format)
Image Processor : EXPEED
Storage media : SD/SDHC
Monitor : 3-in., approx. 920k-dot (VGA) TFT LCD
Baterai : One Rechargeable Li-ion Battery EN-EL3e
Dimensi/Berat : 132 x 103 x 77 x 81.5 mm/620 gram




Nikon D3S

Harga Baru : Rp. 42.302.000 (Body) 
Effective pixel : 12.1 MP
Sensor Gambar : CMOS sensor, 36.0 x 23.9 mm (Nikon FX format)
Image Processor : EXPEED
Storage media : CompactFlash (Type I, compliant with UDMA)C
Monitor : 3-in., approx. 921k-dot (VGA) TFT LCD
Baterai : One Rechargeable Li-ion Battery EN-EL4a/EL4
Dimensi/Berat : 159.5 x 157 x 87.5 mm/1,240 gram



 

Nikon D3X

Harga Baru : Rp. 59.000.000 (Body) 
Effective pixel : 24.5 MP
Sensor Gambar : CMOS sensor, 35.9 x 24.0 mm; Nikon FX format
Image Processor : EXPEED
Storage media : CompactFlash (Type I/II, compliant with UDMA); Microdrives
Monitor : 3-in., approx. 921k-dot (VGA) TFT LCD
Baterai : One Rechargeable Li-ion Battery EN-EL4a/EL4
Dimensi/Berat : 159.5 x 157 x 87.5 mm/1,240 gram






Nikon D4

Harga Baru : Rp. 52.500.000 (Body) 
Effective pixel : 16 MP
Sensor Gambar : CMOS Full frame (36 x 23.9 mm)
Image Processor : EXPEED 3
Storage media : Compact Flash (Type I, XQD) x2
Monitor : 3.20" approx. 921k-dot TFT color LCD 
Baterai : Lithium-Ion EN-EL18 rechargeable battery & charger
Dimensi/Berat : 160 x 157 x 91 mm/1,340 gram




 

Nikon DF

Harga Baru : Rp. 27.400.000 (Body) 
Effective pixel : 16 MP
Sensor Gambar : CMOS Full frame (36 x 23.9 mm)
Image Processor : EXPEED 3
Storage media : SD/SDHC/SDXC card
Monitor : 3.20" approx. 921k-dot TFT color LCD 
Baterai : EN-EL14/EN-EL14a lithium-ion battery and charger
Dimensi/Berat : 144 x 110 x 67 mm/760 gram



Nikon D4S

Harga Baru : Rp. - 
Effective pixel : 16 MP
Sensor Gambar : CMOS Full frame (36 x 23.9 mm)
Image Processor : EXPEED 4
Storage media : CompactFlash, XQD 
Monitor : 3.2" approx. 921k-dot TFT color LCD 
Baterai : Lithium-Ion EN-EL18a rechargeable battery & charger 
Dimensi/Berat : 160 x 157 x 91 mm/1350 gram